Aug 20, 2011

Sejarah Nobel Perdamaian

If we have no peace, it is because we have forgotten that we belong to each other. -
 Mother Teresa

Jutawan Swedia, Alfred Nobel (1833-1896), yang juga penemu dinamit, merupakan orang dibelakang Penghargaan Nobel Perdamaian. Pada saat kematiannya, kerajaan Nobel terdiri dari jaringan sekitar 100 pabrik, dan ia merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Tidak memiliki keturunan dan tidak menikah, Nobel menulis surat warisan untuk menjual pabriknya dan hasilnya disimpan dalam perserikatan dagang. Bunga dari simpanan tersebut akan dibagikan tiap tahun kepada ”mereka yang dalam tahun sebelumnya telah memberikan sumbangan terbesar bagi kemanusiaan.” Penghargaan Nobel di bidang literatur, fisika, kimia dan obat-obatan diberikan oleh institusi Swedia, namun kehormatan memberikan penghargaan kelima, Penghargaan Nobel Perdamaian diberikan kepada komite independen yang ditunjuk oleh Storting, majelis nasional Norwegia.
Ada beberapa alasan mengapa Nobel memilih Norway. Ketika Nobel menulis surat warisannya, Swedia dan Norway saat itu masih bergabung dalam perserikatan, dan melalui kebijakannya Storting telah menunjukkan dukungan terhadap ide tentang perdamaian seperti pelucutan senjata dan arbitrasi untuk mencegah konflik meningkat menjadi permusuhan besar.
Storting menerima amanat surat warisan dan segera bertindak. Lima anggota pertama Komite Nobel Norwegia diangkat pada tahun 1897, dan pada tahun 1901 komite memilih pendiri Palang Merah, Henry Dunant dari Switzerland dan aktivis perdamaian, Frédéric Passy dari Perancis sebagai penerima Penghargaan Nobel Perdamaian pertama.

Organisasi Kegiatan Nobel Norwegia
Storting menunjuk lima anggota Komite Nobel Norwegia, namun komite memiliki kewenangan sendiri. Individu yang dipilih untuk tugas bergengsi ini umumnya terdiri dari mantan anggota parlemen atau pria dan wanita yang telah memainkan peranan penting dalam komunitas.
Institut Nobel Norwegia didirikan pada tahun 1904, dikepalai oleh seorang direktur yang juga menjabat sebagai sekretaris di Komite Nobel. Tugas utama institut ini adalah mengumpulkan informasi tentang finalis Penghargaan Perdamaian sehingga Komite memiliki dasar yang terbaik untuk melakukan seleksi.
Tiap tahunnya, batas waktu penutupan untuk mencalonkan kandidat adalah 1 Februari, dan hanya sejumlah orang tertentu yang berhak menyerahkan nominasi. Segera setelah proses penyerahan diselesaikan, Komite Nobel bertemu dengan sekretaris untuk menentukan daftar finalis yang layak. Setelah itu, penasehat Komite dan para ahli lainnya akan menyusun laporan lengkap tentang tiap kandidat. Laporan ini menjadi dasar pertimbangan Komite lebih lanjut.
Komite Nobel mengumumkan nama pemenang pada pertengahan Oktober. Penghargaan Perdamaian dapat diberikan kepada individu atau organisasi. Satu penghargaan juga dapat diberikan kepada tiga kandidat, semuanya harus bergerak dalam bidang yang sama. Pemberian penghargaan secara resmi digelar di Balai Kota Oslo pada 10 Desember, sekaligus memperingati wafatnya Afred Nobel. Penerima penghargaan menerima medali emas, diploma dan uang yang pada tahun 2004 berjumlah 10 juta SEK.  

Kekuatan Penghargaan Perdamaian
Diluar fakta adanya ratusan penghargaan yang mirip dengan Nobel, Penghargaan Perdamaian Nobel memiliki posisi unik. The Oxford Dictionary of Contemporary World History menyebutnya “Penghargaan paling bergengsi di dunia, dianugerahkan untuk menjaga perdamaian.”
Posisi Penghargaan Perdamaian dapat dijelaskan oleh beberapa faktor termasuk penghargaan tersebut disusun dengan baik dan memberikan keuntungan finansial yang cukup besar. Lebih lanjut, penghargaan tersebut merupakan bagian dari Penghargaan Nobel yang dikenal bergengsi di dunia internasional. Keputusan Komite Nobel Norwegia mencerminkan nilai-nilai Barat yang liberal, dan hanya beberapa dari mereka yang memiliki dampak negatif terhadap posisi internasional terhadap Penghargaan Perdamaian. Lebih lanjut, Komite telah menjaga pendekatan fleksible terhadap konsep perdamaian dan menggunakan interpretasi luas tentang perkataan Alfred Nobel. Dalam beberapa dekade terakhir, Komite telah berfokus untuk memastikan bahwa Penghargaan Perdamaian sungguh global, dan telah berusaha mempertemukan pihak yang terlibat konflik, sebagai contoh Timur Tengah dan Irlandia Utara, dalam upaya memajukan proses perdamaian.

Damai Itu Indah
Damai Itu Nyata.... 

0 Comments:

Post a Comment

© P A S T 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis